Dunia 48, terutama JKT48 saat ini bagi saya merupakan dunia yang tidak bisa dipisahkan oleh seorang Rinus (nama panggilan saya). Oknum yang paling berpengaruh memperkenalkan saya kepada dunia ini adalah teman jurusan dan seangkatan saya yaitu Arya Nugraha, tapi dia maunya dipanggil Jack aja. Nih akun twitter dia: @jacknugraha. Dunia ini telah cukup merasuki saya dan kehidupan sehari-hari saya, setidaknya selama saya mendengarkan musik, lagu-lagu JKT48 lah yang mendominasi daftar koleksi mp3 saya.
Awalnya itu sederhana, sekitar pertengahan 2012 saya baru mendengar tentang JKT48 dari Jack. Saya belum mengetahui apa itu JKT48, saya hanya melihat twit dari Jack ini muncul di timeline saya terus menerus mention ke member JKT48, terutama Melody. Saya waktu itu hanya tersenyum-senyum saja. Ya berhubung Jack ini kan udah lumayan tua umurnya, tapi kok mentionnya begituan seperti gombal atau apalah. Itu yang saya tangkap waktu itu.
Hari terus berganti, bulan pun terus berganti. Saya tetap melihat isi timeline saya itu dan kemudian mulai penasaran dan sedikit bertanya-tanya pada Jack mengenai JKT48. Saya membuka situsnya dan saya melihat-lihat disitu. Ketika saya membuka pada bagian member, saya melihat ada 1 cewek asal Minahasa (setidaknya dari nama fam nya lah ya) bernama panggilan Gaby. Ya saya waktu itu sih kagum sama dia, ternyata ada juga ya orang Manado yang jadi member. Hahaha #rasis. Dapat dikatan Gaby itu oshi pertama saya lah walau belum suka-suka banget sama Jekate.
Gatau kenapa saya makin hari makin suka sama mereka. Waktu itu saya iseng liat-liat youtube dan melihat sebuah video lagu mereka judulnya Kimi No Koto Ga Suki Dakara. Ini lagu Jekate yang paling pertama saya suka walau jauh sebelumnya sudah beredar lagu Heavy Rotation yang terus didengungkan bersamaan iklan Pocari Sweat. Dalam hati, "wah boleh juga nih mereka.". Namun jujur aja, saya masih menyangkal saya suka dengan Jekate dikarenakan mindset publik, terutama teman-teman dekat saya kalau suka Jekate itu aneh lah, pedofil lah, ga jelas lah, cabul lah, dan masih banyak lagi.
Sewaktu Jack ulang tahun pun sebenarnya saya sudah menunjukan rasa suka saya kepada Jekate dengan memberikan desain "Selamat Ulang Tahun" pada Jack dimana di dalam desain itu ada gambar kawan-kawan jurusan Ilmu Sejarah UI memberikan ucapan selamat ditambah dengan foto Melody yang ikutan ngucapin selamat. Saya ingat ketika itu ada seorang teman yang bilang pada saya; "Ah elu mah nus bukannya bikin Jack sembuh, malah lu tambah-tambahin desain beginian." Sontak saya jawab kepada dia; "Emangnya Jack kena penyakit apaan?" yang kemudian terjadi perdebatan omong kosong diantara kita.
Penyangkalan ini tak terbendung manakala saya mulai oshihen (padahal belum deklarasi kalau saya suka Jekate. Hahaha.) kepada gadis Jepang nan lucu, imut, tapi sensual yang bernama Aki Takajo, salah seorang member JKT48 hasil transferan dari AKB48. Setidaknya setelah itu, saya mulai deklarasi kepada Jack kalau saya udah suka JKT48. Kejadian ini berlangsung kira-kira pada awal tahun 2013.
Makin lama, saya mulai ikutan ngetwit juga ke Akicha, panggilannya Aki Takajo, dan teman-teman lain yang non-wota pun mulai kaget dan sepertinya menyayangkan hal ini. "Ah cuek aja ah..", dalam pikiran saya. Terus menerus setiap hari saya ngetwit dan mulai nonton teater Renai Kinshi Jourei yang ada Akichanya, walau belum sering dan masih merasa harga Rp 100.000 itu mahal untuk nonton teater mereka. Tapi ingat, itu dulu ya merasa mahalnya. :D
Tidak hanya itu, saya juga mulai googling dan mencari tahu dunia 48 hingga ke AKB48 dan berbagai macam sister groupnya karena saya ingin mencari tahu dan ingin melihat lebih banyak lagi peran Akicha di dalam dunia 48 ini. Jujur saya kagum kepada Akicha karena dia yang katanya anak baru, tapi sudah banyak menghiasi video-video AKB48. Kemudian saya mendapat video-video AKB48 ini dari senior saya di FIB UI, eks anak jurusan Prancis yang bernama Abrar.
Seiring berjalannya waktu, saya mulai mencoba juga menonton Pajama Drive yang dimainkan oleh para trainee yang sekarang menjadi Tim KIII. Disitu saya jatuh hati pada pandangan pertama kepada Ikha. Hahaha. Selera saya emang yang kaya begini sih, yang agak-agak tembem. Akicha pun mulai saya tinggalkan dan mulai beralih ke Ikha dengan sering menonton Pajama Drive dan mention ke Ikha.
Seingat saya, cukup lama juga saya mengidolakan Ikha. Setelah berganti setlist pun dari Pajama Drive ke Boku No Taiyou, saya terus menonton Ikha di teater BNT ini. Ya saya juga berharap pada Tuhan agar setidaknya saya diwaro lah sama Ikha walau ga perlu sampai yang aneh-aneh. Wajar kan ya seorang fans ingin diwaro sama idolanya? Hayo.. Yang suka ngatain orang fakir waro, bertobatlah.
Saya mulai tidak mengidolakan Ikha karena pada suatu titik, Ikha agak kurang menghargai fans. Disini saya tidak menyalahkan Ikha terlalu banyak karena mungkin saat itu Ikha sedang lelah dan butuh refreshing sedikit. Kejadiannya adalah pada waktu saya selesai menonton salah satu teater BNT, pada saat handshake. Ketika pintu teater sudah dibuka dan para member tim KIII menyambut, tentu saya sebagai fans Ikha berharap mendapat senyuman dari dia. Namun yang terjadi adalah Ikha mengabaikan saya, hanya salaman dengan saya dan dia asik ngobrol dengan Hanna membicarakan seorang fans yang sudah lewat handshakenya, lewat beberapa orang di depan saya. Pada titik itu juga saya kehilangan respek dengan Ikha.
Selain Ikha, sebenarnya di Tim KIII saya juga sempat mengidolai Noella. Tapi saya hanya mengidolakan dia karena dia sangat baik dalam hal menari. Setidaknya itu penilaian saya terhadap dia walau saya juga ga ngerti tentang dunia koreografi. :D
Setelah kejadian ini, dapat dikatakan saya menjadi fans yang Tuna Oshimen. Hahaha. Gatau deh itu istilah bener atau ngga ya. Saya tetap menonton BNT dan RKJ kalau saya lagi mood dan lagi ga ada kerjaan. Dan Tuhan pun ternyata tidak membiarkan saya menjadi fans yang Tuna Oshimen berlama-lama. Tuhan pun membukakan mata saya dan hati saya kepada salah satu member JKT48 yang saya kagumi hingga saat ini. Yes, of course, sure, dia adalah Shania Junianatha. Kenapa ya saya tidak menyukain Shanju dari dulu. Mungkin mata hati saya saat itu masih dibutakan oleh pipi tembemnya Akicha dan Ikha. Hahaha.
Saya kagum sekali dengan Shanju. Dia itu menarik. Dia itu tinggi, berwibawa, dan ekspresinya sangat pas dengan berbagai macam lagu yang ia mainkan. Seriously, she's the perfect girl for me, she's the perfect one. Someday she will bright up the world. Sempurna, tiada duanya. Dan saya sangat mengidolakan orang seperti ini. Yah, itu dari sisi subyektifnya saya aja ya. Jangan terpengaruh ya, stay with your oshi ya. Jangan jadi raja/ratu oshihen. Ahay.
Lama sekali saya mengidolakan Shanju, hingga saat ini sih tetap mengidolakan. Namun saya sebagai fans kadangkala jenuh juga dan butuh 'main mata' sedikit dengan member lain. Hahaha. Kejenuhan tanpa alasan ini berakhir manakala datang lagi dedek-dedek baru dari Generasi 3. Saya pun melacak mereka, dan, kemudian.... saya jatuh hati lagi pada seseorang. Oh no, saya berpikir dalam hati; "Nus, gampang banget sih lho pengen oshihen.." Hahaha. Ya, saya melihat Shania Gracia cukup memukau bagi hati saya.
Setelah Tim J dan Tim KIII berganti setlist ke Dareka No Tame Ni dan Seishun Girl, saya tetap tidak bisa berpaling dari Pajama Drive. Omdo lah, sebenarnya saya cuma pengen ngeliat Gracia sih di Pajadora, bukan karena ga bisa move on. Hahaha. Saya baru sekali nonton DNT dan SG karena saya pun harus pindah dari Jakarta ke Denpasar untuk melanjutkan studi saya di S2 Kajian Pariwisata UNUD. Ya nasib lah, demi masa depan.
Dari Bali, saya terus mengikuti perkembangan dunia idolling ini hanya dari web official, akun sosmed member, dan dari berita yang diberitahu oleh teman-teman. Saya pun senang dengan kedatangan Gen 3 ini karena mereka itu seperti pintar merebut hati fans untuk oshihen ke mereka. Mulai dari Gracia (tentunya), Desy, Okta, dll.
Ya, semoga dedek-dedek kita di JKT48 dapat meneruskan perjuangan mereka untuk meraih mimpinya. Amin.
Salam gesrek,
Adrianus W. Muntu
Kuta Selatan - Bali
19 Oktober 2014.